Home / BERITA UMUM / Warga Bubarkan Pengajian JAT Di Mojokerto

Warga Bubarkan Pengajian JAT Di Mojokerto

Warga Bubarkan Pengajian JAT Di Mojokerto – Sutrisno (52) , terduga teroris yang di tangkap Densus 88 Antiteror dimaksud sempat perihal Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) . Pengajian yang di pimpin Sutrisno sempat dibubarkan paksa oleh warga.

Hal semacam tersebut di sebutkan Ali Imron, tokoh penduduk Desa Betro, Kemlagi, Mojokerto. Sutrino serta anak pertamanya Lutfi Teguh Oktavianto (27) yang sore barusan di tangkap Densus 88, sejak mulai 1 tahun terkahir bekerja di perusahaan sablon map raport punya Ali.

” Th. 2011 penduduk disini bergerak dikarenakan tidak pingin ada radikalisme. Warga merobohkan tempat yang dapat difungsikan buat basecamp untuk golongan Sutrisno. Selagi itu Sutrisno mengakui menjadi Ketua JAT Mojokerto, ” kata Ali pada detikcom di tempat tinggalnya, Kamis (17/5/2018) .

Sebelum saat join dengan JAT, lanjut Ali, Sutrisno sempat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Betro pada akhir th. 1990. Selagi itu Sutrisno juga berwiraswasta galian pasir. Tapi, pencalonan Sutrisno tidak berhasil. Usaha tambang pasir juga berhenti dikarenakan tiada sekali lagi tempat buat menambang pasir.

” Sesudah tidak berhasil itu dia (Sutrisno) mulai didekati kelompok-kelompok garis keras, ” tangkisnya.

Sebelum saat ada tindakan warga th. 2011, tingkah Sutrisno serta kelompoknya acapkali bikin resah warga. Tempat tinggal Sutrisno di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kemlagi, acapkali jadikan tempat buat menyelenggarakan pengajian.

” Halaqoh dirumah Sutrisno itu teratur 1 bulan 2 x. Anggotanya belasan orang, lelaki serta wanita, yang wanita selamanya gunakan cadar, ” tukasnya.

Tidak cuma itu, kata Ali, Sutrisno serta kelompoknya juga acapkali menjelaskan kalimat-kalimat berbau radikalisme ke warga lebih kurang tempat tinggalnya.

” Kelompoknya acapkali menuding orang-orang kafir, memanggil NKRI negara taghut, ” terangnya.

Tapi sesudah diprotes warga, jadi Ali, prilaku Sutrino mulai beralih. Terduga teroris ini hentikan pengajian di tempat tinggalnya.

” Seandainya waktu ini kadangkala ada tamu lebih kurang lima orang, cuma nongkrong dirumah Sutrino, ” tandasnya.

Sutrisno serta anak pertamanya Lutfi, di tangkap tim Densus 88 Antiteror di tempat tinggalnya, Kamis (17/5/2018) lebih kurang jam 15. 30 WIB. Polisi juga mengambil 28 buku perihal ajaran jihad dari tempat tinggal Sutrisno. Sesaat istri serta menantu Sutrisno dibawa ke Mapolsek Kemlagi buat dimintai info.

About admin