Home / BERITA BOLA / PSSI Mengaku Sudah Menggandeng Pihak Kepolisian Untuk Perangi Pengaturan Skor

PSSI Mengaku Sudah Menggandeng Pihak Kepolisian Untuk Perangi Pengaturan Skor

PSSI Mengaku Sudah Menggandeng Pihak Kepolisian Untuk Perangi Pengaturan Skor – Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menyatakan pihaknya telah menggandeng pihak luar seperti polisi waktu melawan masalah penyusunan score seperti yang ramai sekarang ini. Ini adalah salah satunya sisi dari kerja PSSI yang memutuskan dengan kolektif kolegial (akan memutuskan jalan keluar dengan bersama dengan).
Bukan hanya dengan internal PSSI, tapi dengan pihak luar. PSSI tetap mencari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan penyusunan score dengan kolektif.

Sampai kini, praktek -praktik penyusunan score jadi momok buat federasi sepak bola dalam dunia. Kejadian ini jadi wabah di Indonesia.

Joko menuturkan, PSSI telah memerangi match-fixing, jauh sebelum masalah ini muncul ke publik. Bahkan juga, pada 2017 lantas, PSSI telah membuat integrity departement atau departemen jujur dan berkarakter kuat untuk mendesak praktik-praktik manipulasi score di semua level pertandingan dibawah PSSI, dari level liga amatir sampai profesional.

“Pembentukan departemen jujur dan berkarakter kuat ini sesuai dengan instruksi FIFA pada 2017 kemarin. Team ini sama dengan referensi anggota Komite Eksekutif PSSI. Lalu tercipta team Adhoc. Team bekerja menanggapi match-fixing serta bekerja bersama setahun,” kata Joko seperti launching yang di terima Liputan6.com.

Dalam bekerja, Joko meneruskan, team ini bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta INTERPOL. Bahkan juga, menurut Joko, MoU pada PSSI serta Polri bersama Interpol telah tersambung untuk memerangi kecurangan-kecurangan di lapangan hijau.

Tentang status Iwan Budianto, Joko menuturkan, PSSI mengembalikam status ia menjadi Wakil Ketua PSSI sama dengan ketetapan Kongres di Surabaya, 10 November 2018 kemarin.

Ia sah tinggalkan jabatan Kepala Staf PSSI di Kongres tahunan 2019. Kongres telah menyepakati ini serta Kongres memberi referensi pengisi tempat kosong Komite Eksekutif.

Saat satu pekan ini, Komite Eksekutif akan lakukan penjaringan. Muncul nama Umuh Mochtar menjadi salah satunya calon anggota Exco yang diusulkan oleh manajer Madura United, Haruna Sumitro.

Edy Mundur
Dalam Kongres tahunan di Pulau Dewata, ketetapan besar diambil Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Ia akan memutuskan mundur menjadi Ketum di dalam tindakan bersih-bersih unit pekerjaan penyusunan score. Joko minta publik masih berpikiran positif.

Janganlah mengkaitkan ketetapan Edy dengan skandal penganturan score. “Semua ketetapan ia, mesti mendapatkan tanggapan positif, menjadi set baru pengendalian PSSI,” kata Joko.

About admin