Home / BERITA UMUM / Polisi Ringkus Seorang Duda Asal Sleman yang Bawa Kabur dan Setubuhi Remaja

Polisi Ringkus Seorang Duda Asal Sleman yang Bawa Kabur dan Setubuhi Remaja

Polisi Ringkus Seorang Duda Asal Sleman yang Bawa Kabur dan Setubuhi Remaja – Seseorang duda asal Sleman diringkus Satreskrim Polres Purworejo, Jawa Tengah. Lelaki itu sekarang sudah ditangkap petugas karena membawa kabur seseorang remaja.

Terduga ialah BAS (39) masyarakat Dusun Dayakan Sanggrahan, Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY. BAS tega membawa kabur korban yg masih tetap remaja saat kira-kira satu bulan, bahkan juga korban disetubuhi sampai beberapa kali.

“Untuk korban masih tetap masih dibawah usia. Terduga membawa korban serta menyetubuhi korban beberapa kali,” papar Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP R Haryo Seto Liestyawan kala menyelenggarakan jumpa wartawan, Kamis (14/3/2019).

Sebelum membawa lari korban, terduga berteman dengan korban lewat aplikasi KEPO yg ada di smartphone. Lantaran seringkali mengobrol lewat aplikasi itu serta udah terasa dekat, selanjutnya terduga menjemput korban sepulang sekolah serta dibawa ke rumah terduga.

“Korban dijemput terduga di sekolahnya lalu dibawa ke rumah terduga di Sleman sampai selanjutnya korban disetubuhi. Seterusnya terduga janji akan menikah dengan korban,” lanjut Haryo.

Selang beberapa waktu, terduga lantas menikah dengan korban lewat cara siri di muka keluarga terduga tiada saksi serta izin dari pihak korban. Seterusnya, saat 24 hari lalu korban tinggal bersama dengan terduga sebelum selanjutnya diketemukan oleh polisi.

Petugas yg memperoleh laporan dari pihak keluarga korban lalu langsung kerjakan pengumpulan bukti-bukti sampai selanjutnya terduga diringkus di tempat tinggalnya. Sekarang terduga sudah ditangkap di Polres Purworejo, dan korban sudah dikembalikan pada pihak keluarga.

Disamping itu, terduga mengakui berniat mau mencari pasangan lewat aplikasi itu karena dirinya sendiri udah menduda saat lima tahun karena ditinggal pergi oleh sang istri. Meskipun paham korban masih tetap dibawah usia, tetapi terduga konsisten nekat kerjakan tindakan bejatnya lantaran nafsu serta sudah terburu senang dengan korban.

“Udah lima tahun ditinggal istri. Ya tahu kalaupun ia (korban) masih tetap sekolah SMP, tetapi telah sudah terburu seneng ya pengin bagaimana kembali. Sesungguhnya saya juga menyesal,” ujarnya.

Dari masalah itu, polisi mengamankan tanda untuk bukti berwujud baju serta kostum sekolah korban dan dua buah HP punya terduga serta korban.

Untuk bertanggung jawab tindakannya, sekarang terduga mesti mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo serta dijaring clausal 81 UURI nomer 17 tahun 2016 perihal perlindungan anak dengan ultimatum optimal 15 tahun penjara.

About admin