Home / BERITA UMUM / Polda Sumut AKBP Menyita 6 Ekor Beo Mentawai

Polda Sumut AKBP Menyita 6 Ekor Beo Mentawai

Polda Sumut AKBP Menyita 6 Ekor Beo Mentawai – Polda Sumatera Utara (Sumut) mengambil alih enam ekor satwa dilindungi dari penduduk. Mengenai type hewan yang dilindungi itu ialah Burung Beo Mentawai atau Tiong Emas.

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Herzoni Saragih menjelaskan, ke enam Burung Beo Mentawai itu diambil alih dari dua tempat tidak serupa. ” Tempat pertama di Jalan Marelan III Gang Salam, Lingkungan IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Tempat ke-2 di Jalan Veteran Pasar X Nomer 99 Dusun VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, ” katanya, Minggu (21/7/2019) .

Penyitaan ke enam burung yang dilindungi itu, susulnya, dilaksanakan pada Kamis tanggal 18 Juli 2019. Di pimpin oleh Panit 1 Unit Subdit IV / Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut Kompol Torang Rangkuti. Dimana awal kalinya ada info dari penduduk mengenai perdagangan hewan dilindungi.

Kompol Torang Rangkuti menuturkan, penyitaan itu bermula dari info yang di tulis di social media bab penjualan Burung Beo Mentawai itu. Penyidikan juga dilaksanakan.

Atas info dari penduduk itu dilaksanakan pelacakan. Saksi berinisial MG tunjukkan tempat kehadiran burung-burung itu.

” Dari tempat pertama di Jalan Marelan III Gang Salam, Lingkungan IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan diketemukan terdapatnya empat ekor Burung Beo Mentawai atau Tiong Emas. Di tempat ke-2 di Jalan Veteran Pasar X Nomer 99 Dusun VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang serta diketemukan dua ekor , ” papar Kompol Torang Rangkuti.

Seterusnya, lalu dilaksanakan pendaftaran atau kumpulkan info pada Saksi – Saksi berkaitan burung itu. Sesudah itu, tanda bukti dibawa ke Mapolda Sumut. ” Lalu bekerjasama dengan faksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Lokasi Sumatera Utara buat penyerahan atau penitipan tanda bukti, ” katanya.

Peningkatan serta pengecekan saksi-saksi juga masih tetap dilaksanakan berkaitan penyitaan itu. Seterusnya disebutkannya, siapapun dengan berencana melaksanakan pelanggaran pada keputusan seperti disebut dalam Klausal 21 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun serta denda terbanyak Rp. 100 juta.

Sama dengan Klausal 21 ayat (2) huruf a Jo Klausal 40 ayat (2) Undang – Undang Negara R. I. Nomer 05 tahun 1990 terkait Konservasi Sumber Daya Alam Jiwai Serta Ekosistemnya Jo Ketentuan Pemerintah R. I. Nomer 07 tahun 1999 terkait Pengawetan Type Tumbuhan Serta Satwa.

About admin