Home / BERITA UMUM / Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Membawa Semua Bagian Penduduk Serta Elite Politik Tinggalkan Rumor Sara

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Membawa Semua Bagian Penduduk Serta Elite Politik Tinggalkan Rumor Sara

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Membawa Semua Bagian Penduduk Serta Elite Politik Tinggalkan Rumor Sara – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) membawa semua bagian penduduk serta beberapa elite politik tinggalkan rumor SARA, terpenting mendekati kontestasi penentuan legislatif serta Penentuan Presiden 2019.

Bamsoet menuturkan, menjadi suatu bangsa, Indonesia memiliki akar sosio historis yang kuat. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 contohnya, jadi titik kepeloporan pemuda dalam revolusi yang mengatakan bertumpah darah satu, berbangsa satu, menjunjung tinggi bhs persatuan, Indonesia.

“Selesai Proklamasi 17 Agustus 1945, pluralisme makin jadi kemampuan utama kita dalam isi serta menjaga kemerdekaan. Lalu mengapa di masa milenium ini kita malah tinggalkan pluralisme? Kita seperti lupa akar histori bangsa yang majemuk,” tutur Bamsoet dalam info tercatat, Senin (13/8/2018).

Dianya juga memperingatkan jika pluralisme merupakan kemampuan utama yang membawa Indonesia sampai kemerdekaan.

“Walau sebenarnya, kemajemukan berikut yang sejak dahulu jadi kemampuan utama kita, baik dalam menantang penjajah ataupun dalam isi kemerdekaan,” lanjutnya.

Waktu jadi narasumber Bincang Berkebangsaan, dianya mengakui tidak mengerti cuma karena berlainan haluan politik, banyak pihak lalu mengorbankan perasaan persaudaraan. Mengakibatkan, kebhinekaan dalam bahaya. Kebanyakan orang condong terasa sangat benar.

“Bila kita lihat kehidupan didunia maya, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, youtube, Line, Whatsapp grup, ataupun beberapa basis yang lain, berlangsung perang politik dengan terbuka memakai rumor SARA menjadi senjatanya,” katanya.

“Penduduk diadu domba serta jadi korban. Elite politik bukannya menahan justru seringkali turut ‘menyiram bensin’ yang jadi besar api kedengkian. Ini begitu mengerikan sekali. Apakah kita ingin semacam ini selalu?,” lanjutnya.

Dianya menuturkan, kehidupan politik sekarang ini porak-poranda. Banyak dari golongan terdidik, petinggi publik, sampai rakyat mulai terhasut arus propaganda politik serta berita hoaks yang menyesatkan.

“Sendi berbangsa serta bernegara terancam punah karena kerapuhan mental. Tidak ayal, publik juga teriak lantang; Indonesia darurat intoleransi. Dalam kondisi berikut, semestinya kita membaca lagi Indonesia, supaya tidak tercerai berai jadi kepingan,” katanya.

Bekas Ketua Komisi III DPR RI ini dapat menjelaskan, membaca lagi Indonesia merupakan menantang arus politik jati diri yang sekarang makin merebak. Menurut dia, cerita berkebangsaan yang berbentuk toleransi, terbuka, serta menghormati ketidaksamaan mesti selalu tumbuh serta berkembang.

“Membaca Indonesia hari ini pada intinya merupakan bagaimana menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila ke ruang umum dengan masif, dengan manfaatkan ruangan maya serta media-media kreatif. Pancasila menjadi perekat mesti selalu kita rawat serta jagalah untuk membendung gelombang politik jati diri yang menganggu perasaan berkebangsaan,” tegasnya.

Selanjutnya, Wakil Ketua KADIN ini menyatakan jika DPR RI selalu lakukan counter narrative pada tiap-tiap ide serta tindakan yang meneror pluralisme. Dengan begitu, spirit nilai-nilai Pancasila menjadi sisi dari cerita berkebangsaan selalu dibumikan.

“Mari jagalah negara dan bangsa kita sebaik-baiknya. Janganlah khianati nenek moyang yang telah mendatangkan kedamaian di bumi pertiwi. Kita miliki pekerjaan mulia memberi tauladan sekaligus juga mewariskan Indonesia yang berkeadaban pada beberapa anak-anak kita. Janganlah dibiarkan karena keinginan politik segelintir orang malah akan merobek ‘Merah Putih’ yang kita sayangi,” pungkas Bamsoet.

About admin