Home / BERITA UMUM / Kasus Suap Bapati HST Abdul Indah

Kasus Suap Bapati HST Abdul Indah

Kasus Suap Bapati HST Abdul Indah – Bekas Kepala Kadin Hulu Sungai Tengah Fauzan Rifai didakwa penghubung suap Rp 3, 6 miliar buat Bupati HST Abdul Indah. Duwit itu supaya Direktur PT Menara Agung Pusaka Donny Witono menang project di Hulu Sungai Tengah.

” Melaksanakan atau ikut serta melaksanakan lebih dari satu perbuataan yg punya pertalian demikian rupa jadi mesti diliat menjadi satu perbuataan berlanjut terima hadiah Rp 3, 6 miliar, meski sebenarnya di ketahui atau layak dikira bahwa hadiah itu diberi menjadi akibatnya atau disebabkan udah melaksanakan suatu hal demikianlah jabatanya Abdul Indah udah menunjang Donny Witono, ” papar jaksa KPK Lie Putra Setiawan dalam surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (17/5/2018) .

Jaksa menjelaskan, Fauzan bersua Abdul Indah dirumah dinas Bupati HST buat mengemukakan hasil pertemuan dengan Direktur Paling utama PT Menara Agung Pustaka, Donny Witono. Dalam pertemuan itu, Donny memohon Fauzan mengemukakan terhadap Abdul Indah supaya menjadi pemenang lelang project pada PT Menara Agung Pustaka.

Lelang project itu, yakni pekerjaan pembangunan ruangan perawatan kelas I, II, VIP serta Super VIP RSUD Damanhuri Barabai th. aturan 2017. PT Menara Agung Pusata juga pada akhirnya menjadi pemenang lelang project itu.

” Kalau Fauzan Rifani selanjutnya memohon Abdul Basit yg sebagai Direktur PT Sugriwa Agung (Abdul Indah sebagai yang memiliki sebetulnya) buat mengkalkulasi besaran fee project pengadaan pekerjaan pembangunan perawatan ruangan kelas I, II, VIP VIP super memberikannya di RSUD H. Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dikarenakan diawalnya Abdul udah jadi biasa dengan biaya-biaya project yg ditujukan untuk Abdul Indah, ” papar jaksa KPK.

Selanjutnya, jaksa mengemukakan, Donny memberikannya Fauzan 2 bilyet giro pada akhir April 2017 di hotel Madani Barabai atas pembayaran fee project itu. Selanjutnya di setujui pembayaraan fee itu, dijalankan dalam 2 bagian semasing Rp 1, 8 miliar.

” Tapi dikarenakan bilyet giro tdk sanggup dicairkan di Bank Mandiri Barabai jadi Fauzan bersama-sama Donny mendatangi Bank Mandiri Cengkareng, Jakarta Barat serta mengerjakan pemindah bukuan ke rekening Mandiri punya Fauzan Rifani beberapa Rp 1, 82 miliar dengan rincian Rp 1, 8 miliar buat Abdul Indah serta dan Rp 20, 45 juta buat Fauzan Rifani, ” kata jaksa KPK.

Dirut PT Sugriwa Agung Abdul Basit juga didakwa perkara yg sama. Atas persoalan ini, Abdul Basit serta Fauzan didakwa tidak mematuhi Pasal 12 huruf b, Pasal 12 huru atau Pasal 11 Undang-Undang No 31 Th. 1999 sama seperti di ubah dengan Undang-Undang No 20 Th. 2001 terkait Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 serta Pasal 64 ayat 1 KUHP.

About admin