Home / BERITA UMUM / Bejat! Sopir Angkot di Sukabumi Perkosa Gadis yang Alami Disabilitas Mental

Bejat! Sopir Angkot di Sukabumi Perkosa Gadis yang Alami Disabilitas Mental

Bejat! Sopir Angkot di Sukabumi Perkosa Gadis yang Alami Disabilitas Mental – Polisi meringkus sopir angkot berinisial MS alias Botak (27) sebab disangka sudah memperkosa siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) berumur 17 tahun.

Pemerkosaan itu berlangsung pada Rabu (28/11/2018) kemarin. Waktu itu korban yang tengah berjalan sendirian dibawa naik ke angkot oleh aktor, sesudah korban menurut aktor lalu membawa korban ke rumah salah seseorang temannya di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Sesampainya di dalam rumah temannya aktor lantas membujuk korban supaya ingin bersetubuh, korban yang alami disabilitas mental itu pada akhirnya sangat terpaksa menuruti tekad aktor.

“Aktor merayu korban dengan menjelaskan akan mengantarkan korban pulang asal ingin disetubuhi lantas aktor menyetubuhi korban sekitar 1x di dalam rumah temannya. Korban dieketahui alami disabilitas mental serta berstatus siswi di salah satunya SLB,”kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo didampinhi Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Budi Nuryanto di ruangan kerjanya, Kamis (24/1/2019).

Selesai memperkosa, aktor mengantar pulang korban, sesampainya di dalam rumah keluarga tidak langsung melapor polisi. Keluarga korban korban cuma menyampaikan masalah penganiayaan oleh aktor ke pihak kepolisian.

“Korban awalannya didakwa mengambil hp serta boneka oleh aktor lantas disangka ada penganiayaan lantas keluarga melapor akan tetapi hal tersebut tidak dapat dibuktikan (terdapatnya penganiayaan). Sesudah kita selidiki selanjutnya nyatanya muncul terdapatnya pendapat persetubuhan, kita selidiki selanjutnya pada akhirnya dapat dibuktikan,” lanjut Susatyo.

Polisi lalu tangkap aktor saat nongkrong bersama dengan teman-temannya di salah satunya pangkalan angkot. Tiada perlawanan ia digiring polisi untuk mempertanggung jawabkan tindakannya.

“Kita jerat aktor dengan masalah 7D Jo Masalah 81UU RI No. 17 tahun 2016 mengenai Penentuan Ketentuan Pemerintah Alternatif undang – undang No. 1 tahun 2016 mengenai pergantian ke-2 atas UU RI No. 23 tahun 2002 mengenai perlindungan anak,” lebih Susatyo.

About admin