Home / BERITA UMUM / Basuki Tjahaja Purnama Tidak Mempersoalkan Siapa Hakim Yang Memimpin

Basuki Tjahaja Purnama Tidak Mempersoalkan Siapa Hakim Yang Memimpin

Basuki Tjahaja Purnama Tidak Mempersoalkan Siapa Hakim Yang Memimpin – Terpidana Masalah penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mempersoalkan siapa juga hakim yang memimpin sidang peninjauan kembali (PK) masalah penodaan agama yang diserahkannya. Ahok pilih berdoa hadapi sidang itu.

” Tidak ada respon apa-apa. Hanya katakan ‘ya telah kita berdoa saja’. Ingin hakimnya siapapun tidak dapat kita yakinkan dia juga akan begini dia juga akan demikian halnya tidak, ” kata Pengacara Ahok, Josefina Agatha, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

Josefina menyebutkan masalah hakim yang memimpin majelis, itu adalah wewenang Mahkamah Agung (MA). Ahok juga tidak memajukan keberatan Artidjo Alkostar ditunjuk memimpin majelis hakim.

” Buat kita, siapa juga hakimnya buat kita tidak problem, karenanya kan Mahkamah Agung yang memastikan. Selalu tempo hari saya pernah ada juga yang katakan (bertanya) mengapa tidak kemukakan keberatan? Untuk apa kemukakan keberatan? Tidak ada fungsinya. Ya kita serahkan semuanya pada tuhan lah. Tuhan tentu tahu mana yang paling baik serta Pak Ahok siapa, ” katanya.

Josefina mengharapkan putusan PK itu membebaskan clientnya. Dan bisa memulihkan nama baik Ahok.

Sidang kontrol berkas PK Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah di gelar di PN Jakarta Utara, Jl Gajah Mada, Jakpus, Senin (26/2). Sidang yang berjalan 10 menit itu cuma meyakinkan ada tidaknya bukti penambahan.

Berkas perkara PK Ahok juga sudah di terima MA. Tim kuasa hukum Ahok menyebutkan berkas itu sudah di beri nomor.

” Iya, telah ada nomornya. Kita baru diberi tahu kalau MA telah terima (berkasnya) lantas telah ada nomornya. Itu saja sich, ” kata Josefina Agatha Sukur, Rabu (14/3).

Ahok dihukum 2 th. penjara karna dinyatakan dapat dibuktikan bersalah lakukan penodaan agama atas pernyataan masalah Surat Al-Maidah 51 waktu bertandang ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Ahok memajukan PK sesudah melakukan tahanan mulai sejak 9 Mei 2017 atau sekitaran 9 bln..

” Pak Ahok yaitu negarawan, dia tidak ikhlas pendukungnya ataupun pembenci dia sama-sama bentrokan, ” kata pengacara yang adik Ahok, Fifi Lety Indra, masalah argumen Ahok memajukan banding sesudah 9 bln., di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (26/2).

Fifi mengatakan, bila Ahok waktu itu tetaplah memaksakan diri memajukan banding, juga akan berlangsung bentrokan pada pihak yang pro serta kontra. Menurut dia, Ahok waktu itu menginginkan melindungi kondisi tetaplah aman serta tidak berlangsung perpecahan.

Basic Ahok memajukan PK berkaitan dengan putusan pada Buni Yani. Buni divonis hukuman pidana penjara setahun enam bln. karna dinyatakan dapat dibuktikan bersalah lakukan tindak pidana berkaitan Undang-Undang Info serta Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tetapi, jaksa mengatakan vonis Buni Yani berlainan delik dengan perkara Ahok. ” Perkara Buni Yani serta perkara terpidana ini yaitu dua delik yang berlainan, ” kata jaksa Sapto Subroto di gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jl Gajah Mada, Jakpus, Senin (26/2).

About admin